Postnewstime,Jakarta, 14 November 2025 — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara tegas menarik 15 produk obat bahan alam (OBA) yang mengklaim mampu meningkatkan stamina atau vitalitas pria. Penarikan dilakukan setelah hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa sebagian besar produk tersebut mengandung bahan kimia obat (BKO) berisiko tinggi, seperti sildenafil sitrat.
Temuan BPOM & Bahaya Kesehatan
Berdasarkan siaran pers BPOM, temuan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin yang dilakukan sepanjang periode Juni 2025.
Mayoritas dari 15 produk mengandung sildenafil sitrat, zat aktif yang biasa digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi dan hanya boleh dikonsumsi dengan resep dokter.
Selain itu, ada juga produk yang mengandung bahan seperti deksametason, parasetamol, tadalafil, dan nortadalafil.
Penggunaan bahan kimia obat tanpa pengawasan tenaga medis bisa menimbulkan efek samping serius, seperti nyeri dada, jantung berdebar, tekanan darah turun drastis, stroke, bahkan serangan jantung.
Daftar 15 Produk yang Ditarik
Menurut Kompas dan Tirto, berikut nama-nama produk OBA yang ditarik BPOM:
1. Bubalus — mengandung nortadalafil
2. Linzi Don Mai Dan — mengandung klorfeniramin maleat
3. Sultan — mengandung deksametason dan parasetamol
4. Raja Jahanam — deksametason & parasetamol
5. Kapsul Tradisional Spontan — parasetamol
6. Daun Mujarab — natrium diklofenak
7. Pusaka Dayak X-Tra Strong — sildenafil sitrat
8. New Gali-Gali — sildenafil sitrat
9. New Urat Kuda Formula Plus — sildenafil sitrat
10. Sari Daun Kelor — parasetamol
11. Slim Ty — sibutramin HCl (meski bukan “kuat pria”, tapi masuk dalam daftar)
12. Kopi Cleng — sildenafil sitrat
13. Kopi Arab Platinum — sildenafil sitrat
14. Madu Kuat — sildenafil sitrat & tadalafil
15. Surya Sehat Java Dwipa 2 — mengandung kafein dan parasetamol
Tindakan BPOM
Seluruh produk tersebut telah ditarik dari peredaran dan dimusnahkan oleh BPOM.
BPOM sedang menelusuri rantai distribusi dan produsen dari produk-produk ilegal ini untuk mengambil tindakan hukum.
Konsumen diimbau untuk selalu memeriksa nomor izin edar (NIE) BPOM sebelum membeli suplemen atau obat berbahan alam.
Masyarakat juga dapat melakukan pengecekan melalui aplikasi BPOM Mobile atau situs resmi BPOM.
Pesan untuk Masyarakat
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyatakan bahwa produsen yang mencampurkan BKO pada produk herbal hanya mengejar efek instan agar produk “terasa kuat” dan menarik konsumen, tanpa peduli risiko jangka panjang.
BPOM mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas:
Jangan mudah tergiur klaim efek cepat atau “instan kuat”
Hindari produk herbal atau suplemen yang tidak jelas izin edarnya
Jika menemukan produk mencurigakan, segera laporkan ke BPOM melalui platform resmi